Author’s Letter

Halo!

Maaf banget baru nulis lagi nih. Singkatnya, ada beberapa hal yang lagi aku pikirin untuk bagaimana ke depannya aku (makin rajin) mengisi blog ini. Jadi, beberapa ide sudah masuk ke keranjang dan siap untuk diolah!

Mohon dukungannya kakak-kakak pembacaa!

Trims! :D

Hello!

I’m so sorry for this recent posting I’ve just made since I hadn’t posted anything for ages maybe? So, I’ve been thinking about the future of this blog, hmm…I’m quite surprised to see myself so serious about getting into blogging :)

Well, guess what? There are some of ideas, waiting to be written here. And, yes, I’ll do review of things and places a lot here. So, whaddya think?

Keep pushing on me, mate!

Thanks! :)

Crazy Stuffs I Did There —> I Got Julia inside My (Big) Plastic Bag!

Hello all!

Well, as long as I have my ‘me-time’ I’m gonna continue my writing, blabbing, and blogging stuff J

As you see, this blog post is categorized as “AFS: Things I’ve Did There” well, maybe it sounds like I’m gonna talk all about I met there, saw, and did there. Well, that’s true, but yeah…there were some silly things which I can’t just forget there. Okay, can I start now?

Well, as you see every JENESYS participants are going to do like a study group based on their group, as I wrote before in my previous posting, I had CM-1 (Country Mixed-One) as my group. So, here the Indonesian who were in the same group with me…

On the left is me, Iin, Ganis, and Julia.

We came from different city in Indonesia, which is it’s absolutely freaking me off…I mean, I have to at least listening them sometime when they talked in their own languages, Julia came from Makassar, South Sulawesi and that’s all I know about Makassar is

“Hey, apa kareba?” à means “hey, how are you?”

Okay, she shocked when she knew that I had spent three years in South Sulawesi when I was…a BABY! So, that’s all I know about Makassar instead of coto makassar and how cheap the price of fresh fish.

Seeing them is like seeing my you-can-call-it hometown. Of course yes, just take a look on where Iin came from, she’s from Jogja which is my hometown where I was born.

Julia came from Makassar, the city when my dad first worked there, actually in Maros. And, Ganis came from Kalimantan, which is the city where my mom’s from. See? That’s for me, like a destiny, having them in CM-1 too.

Well, without need a long time to know each other closer, we are in match as we have a same interesting in food and ice cream, the weirdest ice cream we had ever tried is green tea ice cream, well…it’s really macha (green tea), I felt a bitter taste in every licks, but yeah…it’s HEAVENLY delicious :D

( this pic is taken from http://mybackpackandme.files.wordpress.com/2008/07/2337gionmachaicecream.jpg )

I don’t have mine, well…it’s just too delicious since I can’t take any pic about this gorgeous ice cream :9

Sadly, those pics were taken in Odaiba, which is now we know that Odaiba was damaged because of tsunami days ago.

So, that’s why, this pics are so memorable. Well, not the pictures actually, but the memories of what we had there.

So because, the one of the program is about study tour, actually, AFS Japan took us to rest in several hotels in several cities :D (yeaahs!) . One of them, I got same room with Julia and Ganis, which makes me remember is when I was with Julia. Dang, our room…was so messed up :D

It was a day before we went to our hosting city each other, I got Obihiro (yeahhs!) and she got Sapporo. Because, one of coordinator (Yoko-san) told us not to bring many luggage (cause, our several other luggage would be saved on the place AFS Japan had been chosen)to our host family home. So, I was in rush with Julia, to sort what should we take and leave under AFS control.

Dang! That made me crazy, cause my backpack was overcapacity and that’s why I need to REALLY take out stuffs I had, really take out all :D

Messy room, messy heads (-___-)

Really, that confused me cause sometime I feel like “I wanna take them all” . Julia shouted, “You, crazy head! Take several stuff you really need” . Yeah, she was in rush with her packing too, til I got one big plastic bag and…

voila! I’m gonna send you right ahead to Sapporo, yihaaaa :D

Year after that, I uploaded it in Facebook. She was like, “DAMN! What are you doing with that kid?”

Hey, that kid is you, Joels! :D

Have a nice day!

Komunitas ASEAN Blogger untuk Komunitas ASEAN 2015

Asia Tenggara?

Ya! Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan nama kawasan ini, Asia Tenggara, kawasan yang kini semakin disadari memiliki potensial yang besar dan berpengaruh untuk perkembangan dunia global ke depannya. Siapa juga yang tak kenal ASEAN? Walaupun untuk beberapa orang, nama ASEAN mungkin masih samar-samar tahu, akan tetapi tak jarang sebagian orang mengaitkan kawasan Asia Tenggara sebagai ASEAN itu sendiri, padahal ASEAN adalah sebuah organisasi bagi kawasan Asia Tenggara.

Menurutku, hal di atas itu terjadi karena selama ini banyak sekali pemberitaan di media yang menampilkan agenda ASEAN baik itu event maupun sidang kerja ASEAN yang memang dalam cakupannya meliputi Asia Tenggara, hal ini yang mengakrabkan telinga para masyarakat Asia Tenggara, terutama Indonesia yang menjadi tuan rumah bagi KTT ASEAN ke-18 tanggal 7-8 Mei, di Jakarta. Apalagi dengan kemajuan teknologi masa kini segala akses ke info terbaru pun mudah didapatkan, info tentang ASEAN pun tak luput dari hal ini. Semuanya tampak terlihat lengkap, kan?

Tapi, apa cukup dengan berbagai pemberitaan di media baik itu online, cetak, maupun layar sudah cukup bagi masyarakat Asia Tenggara, terutama Indonesia yang kini menjadi Ketua ASEAN, dalam mengenal ASEAN? Menurutku, belum bahkan tidak cukup sama sekali. Kenapa? Jujur saja, aku sih melihatnya dari lingkungan pertemanan di sekitarku, teman-temanku saja (yang rata-rata murid dan mahasiswa) bahkan belum terlalu ngeh alias sadar akan pentingnya peran ASEAN. Itu baru satu hal, lainnya aku juga menangkap beberapa opini teman-temanku yang kadang masih belum menangkap seberapa besar peran Indonesia yang mulai tahun ini menjadi Ketua ASEAN.

Lumayan gregetan melihat situasi yang seperti ini, bukannya lebay alias berlebihan menanggapinya sih, tapi aku yang dari SD gemar baca salah satunya buku IPS yang bab pelajarannya membahas negara-negara di dunia tentunya ikut bangga dong dengan adanya peran Indonesia dalam pembentukan ASEAN itu sendiri. Plus, kini Indonesia menjabat sebagai Ketua ASEAN.

Lantas, apa sih yang jadi penyebab kenapa ya beberapa orang belum terlalu ngeh sama peran ASEAN yang sebenarnya penting loh di kancah perkembangan dunia secara global? Menurutku, hal ini mungkin disebabkan beberapa orang hanya cukup tahu saja dengan apa dan siapa itu ASEAN, tanpa menilik lebih dalam lagi. Yap! Hanya melihat ASEAN di permukaannya saja sebagai organisasi besar kawasan Asia Tenggara tanpa mau tahu kalau sebenarnya sih kita semua yang warga Asia Tenggara ini bisa loh berkontribusi untuk kemajuan Asia Tenggara lewat negara kita masing-masing.

Nah, kalau kita yang warga Asia Tenggara saja masih belum ngeh akan esensi dari ASEAN yang notabene selalu terbuka dari segi pemberitaan, bagaimana mau ngeh lagi tentang program baru ASEAN berikutnya?
Terutama, program besar dan jadi buah bibir di kancah internasional, Komunitas ASEAN 2015 dimana komunitas ini menurutku kurang lebih seperti Uni Eropa, yang mana ke depannya negara-negara di Asia Tenggara akan saling melangkah bersama untuk tujuan bersama. Seperti moto yang tertera pada Roadmap ASEAN yang teman-teman bisa unduh dan baca di Roadmap Komunitas ASEAN ; One Vision, One Identity, One Community.

Asyik ya tahu kalau kita-kita yang warga Asia Tenggara nih bakal punya satu komunitas gede yang bakal menaungi dan menjamin setiap negara untuk melangkah bersama dengan visi bersama menuju masa depan yang lebih baik. Tapi, mungkin saja yang merasa senang dengan adanya Komunitas ASEAN 2015 ini baru beberapa orang saja? Lah, kalau ASEAN saja sebagian besar orang saja belum ngeh sebegitu detilnya, apa kabar dengan Komunitas ASEAN 2015 ini ya?

Nah, menurutku itulah salah satu tantangan nih bagi ASEAN dan Komunitas ASEAN 2015 dalam mensosialisasikan tentang Komunitas ASEAN 2015. Amat disayangkan loh kalau komunitas dengan potensi dan visi yang cerah ini belum disadari secara keseluruhan oleh warga-warganya sendiri, ya kita warga Asia Tenggara ini. Terus, apa berhenti sampai di situ saja? Hmm, menurutku sih tantangan-tantangan lainnya untuk komunitas ini tentunya ada dan akan datang silih berganti.
Yang namanya tantangan itu kan tidak melulu tentang kesulitan yang akan dihadapi, toh aku yakin berbagai tantangan yang akan dihadapi akan menjadikan Komunitas ASEAN 2015 ini semakin kuat. Namun, tantangan Komunitas ASEAN 2015 juga pastinya akan berasal dari beberapa permasalahan ‘klasik’ yang dihadapi warga Asia Tenggara; kesulitan mendapatkan akses informasi, perdagangan manusia (human-trafficking), dan lain-lain. Menurutku, kalau dilihat lebih dalam lagi, hal-hal tesebut bermuara pada satu hal krusial yang tengah dihadapi berbagai negara berkembang, yaitu kemiskinan. Hal ini juga merupakan tantangan besar bagi Komunitas ASEAN 2015 dalam mengentaskan kemiskinan di kalangan beberapa warga Asia Tenggara yang masih hidup dalam jurang kemiskinan. Aku yakin semua tujuan baik yang dicanangkan dalam Komunitas ASEAN 2015 baik mengenai keamanan politik, ekonomi, dan sosial budaya, menurutku semuanya mengarah pada satu tujuan global yaitu untuk menyejahterakan dan menjamin hak serta keamanan bagi kehidupan warganya. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan adalah salah satu tantangan sekaligus misi besar bagi komunitas ini yang perlu mendapat perhatian lebih.

Tentunya, tantangan datang bersama dengan keyakinan akan sebuah harapan besar, harapan yang menguatkan langkah Komunitas ASEAN 2015 ini untuk memenuhi visinya dalam mengukuhkannya sebagai satu komunitas besar. Bila ditanya apa sih harapanku yang notabene masyarakat umum di Indonesia, di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara ini? Ya, tentu saja, harapanku sejalan dengan visi Komunitas ASEAN 2015. Dari visi tersebut lahirlah harapan yang tentu saja dong jadi motivasi baik itu untuk kita yang warga Asia Tenggara ini juga untuk komunitas kita semua, Komunitas ASEAN. Salah satunya, harapan untuk Asia Tenggara yang nantinya mampu menjadi salah satu mercusuar bagi tonggak kemajuan baik itu keamanan politik, ekonomi, dan sosial-budaya seperti yang tertulis dalam Roadmap ASEAN Community yang kubaca. Menurutku, Asia Tenggara yang saat ini saja sudah diberkahi dengan berbagai potensi sumber daya alam dan manusia ini akan semakin maju lagi bila Komunitas ASEAN 2015 ini bisa diintegrasikan ke berbagai aspek kehidupan, terutama ke aspek yang menyangkut kita-kita yang anak muda ini nih.


(Aku dan teman-teman delegasi pemuda lainnya pada ASEAN Youth Congress, 25-30 April 2011)
Kenapa mesti anak muda? Karena, anak muda punya semangat dan energi lebih dalam menyuarakan dan melakukan aksi yang membawa dampak yang luas. Anak muda cenderung untuk bergerak lebih dibanding hanya duduk diam membuat rencana-rencana, memang hal ini tidak sepenuhnya baik, kan segala sesuatunya itu perlu adanya perencanaan yang baik kan? Nah, maka dari itu hal inilah yang mesti dicatat bahwa salah satu faktor penunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015 adalah berhasilnya pemberdayaan dan pengikutsertaan partisipasi pemuda dalam kontribusinya pada Komunitas ASEAN 2015. Bukan hal yang aneh lagi, kalau perubahan positif banyak yang muncul dari ide-ide segar plus unik dari anak muda. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan kesukaan anak muda akan teknologi dan akses informasi yang cepat, salah satunya blog.

Kenapa blog? Karena, blog juga menjadi salah satu wadah bagi anak muda dalam menyampaikan baik itu opini kritisnya maupun hasik kreasinya ke dalam bentuk digital, entah tulisan, gambar, lagu, ataupun video. Banyak cara kreatif yang anak muda bisa dan sudah dilakukan dalam menyuarakan greget mereka selama ini tentang hal-hal yang mereka temui di kehidupan sehari-hari.

ASEAN Blogger
Nah, ASEAN Blogger mampu menjadi wadah bagi mereka, anak muda, baik blogger newbie (pemula) maupun blogger handal yang telah mendapat pengakuan, contohnya Iman Usman yang merupakan blogger yang baru saja blognya (www.imanusman.com) mendapatkan penghargaan Microsoft Bloggership, Iman juga merupakan salah satu Duta Muda ASEAN. Nah, tentu saja hal ini semakin menguatkan keyakinanku bahwa anak muda pun mampu berkontribusi lebih untuk kemajuan bangsanya dan kawasan di sekitarnya. Apalagi kreativitas anak muda sekarang bisa didukung dengan kemajuan teknologi seperti yang ada sekarang ini.

Lewat tulisan dan hasil kreativitas yang di-posting contohnya ke dalam blog, akan banyak pasang mata di dunia ini yang melihatnya. Menurutku, inilah peran dari Komunitas ASEAN Blogger yang mana hasil tulisan dan kreativitas yang kritis sekaligus unik akan membantu mereka yang ingin tahu lebih lagi tentang Asia Tenggara, ASEAN, bahkan Komunitas ASEAN 2015.


(Stand camilan khas dari Vietnam, enak!)
Seperti foto di atas yang aku ambil saat berkunjung ke stand camilan khas dari Vietnam (yang laris dikerubungi sebagian besar delegasi-delegasi!) saat ASEAN Youth Congress, hal ini menjadi salah satu contoh yang dapat Komunitas ASEAN Blogger lakukan dengan mempromosikan apa-apa saja yang jadi tujuan pariwisata yang tidak hanya dari situs bersejarahnya saja tetapi juga lewat kuliner yang ada di kawasan Asia Tenggara. Mudah loh, ambil fotonya, tulislah artikel mengenai makanan atau minuman tersebut, wah tentu saja hal ini akan menarik mata para pecinta kuliner dari berbagai belahan dunia kan? Bukan rahasia lagi loh, kalau kuliner dari negara-negara di Asia Tenggara ini rasanya sudah menjadi idaman bagi para pecinta kuliner dari lokal maupun internasional.

Tentunya, hal ini dapat menjadi salah satu kontribusi terhadap misi sosial-budaya seperti yang diusung dalam Komunitas ASEAN 2015 yang dapat dilakukan oleh Komunitas ASEAN Blogger. Dari hal-hal sederhana seperti itulah yang kelak diharapkan Komunitas ASEAN Blogger turut mensosialisasikan, menyuarakan visi dari komunitas ini, dan berkontribusi positif sebagian bagian dari Komunitas ASEAN 2015.